DENPASAR, TIVIBALI.com – Pemerintah Kota Denpasar memulai langkah besar membenahi Badan Usaha Milik Daerah. Transformasi dimulai dari hal paling dasar: dari juru parkir di lapangan hingga sistem pemantauan berbasis dashboard digital.
Langkah itu ditegaskan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, saat memimpin evaluasi Tata Kelola Perusahaan dan Digitalisasi di Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, Jumat (21/8/2026). Evaluasi juga digelar di Perusahaan Daerah Pasar Kota Denpasar pada hari yang sama.
Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar IB Alit Adhi Merta, Wawali Arya Wibawa disambut Direktur Utama Perumda Bhukti Praja Sewakadarma I Nyoman Putrawan.
Dalam arahannya, Wawali menyebut ada tiga Perumda yang menjadi fokus penguatan tahun ini. Yakni Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma, Perumda Bhukti Praja Sewakadarma, dan Perumda Pasar Sewakadarma.
“Transformasi ini dirancang agar BUMD mampu menjalankan peran ganda. Sebagai penyedia pelayanan publik yang berkualitas, sekaligus penggerak perekonomian daerah yang berkontribusi nyata pada Pendapatan Asli Daerah,” ujar Arya Wibawa.
Penguatan dilakukan melalui percepatan penerapan Good Corporate Governance atau GCG dan digitalisasi layanan. Pemkot menekankan kejelasan peran tiga organ utama BUMD: Pemilik Modal yang diwakili Wali Kota sebagai penentu kebijakan, Dewan Pengawas sebagai pengawas independen, dan Direksi sebagai pengelola operasional profesional.
Penerapan GCG di Kota Denpasar bertumpu pada enam prinsip: Partisipasi, Akuntabilitas, Transparansi, Kemandirian, Kewajaran, dan Pertanggungjawaban.
“Dengan GCG yang konsisten, ditopang kepemimpinan profesional dan pengawasan efektif, BUMD akan tumbuh berkelanjutan, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata bagi PAD serta pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Khusus untuk Perumda Bhukti Praja Sewakadarma yang mengelola layanan parkir, Wawali menggarisbawahi tiga prioritas. Pertama, akselerasi digitalisasi seluruh titik parkir. Kedua, penerapan pembayaran non-tunai melalui QRIS untuk mencegah kebocoran pendapatan. Ketiga, integrasi ekosistem transportasi kota seperti park and ride, parkir gedung, dan kawasan.
Untuk merumuskan perbaikan, Pemkot Denpasar belajar dari BUMD peraih TOP BUMD Awards 2025 seperti Perumda Tirta Darma Ayu Indramayu, Tirta Bahari Kota Tegal, dan Sarana Jaya DKI Jakarta. Kunci sukses mereka adalah konsistensi GCG, digitalisasi layanan, efisiensi, peningkatan SDM, dan inovasi bisnis.
Sebagai peta jalan, Pemkot menyusun roadmap transformasi 3 tahun. Tahap 0–100 hari untuk diagnosis dan audit kesehatan BUMD. Tahap 1 tahun untuk transformasi berupa digitalisasi proses dan perbaikan SOP. Tahap 2–3 tahun untuk ekspansi bisnis baru dan integrasi digital penuh.
Seluruh progres akan dipantau melalui BUMD Performance Management System berupa dashboard terintegrasi. Dashboard mencakup indikator keuangan, operasional, pelayanan, manajemen risiko, dan transformasi digital.
Direktur Utama Perumda BPS I Nyoman Putrawan menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut. Sebagai langkah awal, Perumda menggelar pembinaan bagi ratusan juru parkir di Kota Denpasar.
“Melalui pembinaan berkala ini, kami berkomitmen meningkatkan profesionalisme petugas parkir. Tujuannya untuk mendukung kenyamanan, ketertiban lalu lintas, serta optimalisasi pendapatan daerah,” ungkap Putrawan. (ad/maw)

Tinggalkan Balasan