BANGLI, TIVIBALI.com – Dua dekade konsistensi mengantar I Wayan Kusuma Yudha membangun usaha dari nol. Berbekal keterampilan servis elektronik yang dipelajari secara otodidak, ia merintis Yuda Sale di Bujangan, Bangli, sejak 2005. Kini, usaha tersebut tumbuh menjadi pusat penjualan, servis ponsel, hingga layanan keuangan dengan enam pekerja.
Awalnya, modal hanya dari hasil servis yang diputar kembali. Titik balik terjadi pada 2010 saat Yudha fokus penuh di bisnis telepon seluler. Keputusannya tepat. Yuda Sale tidak hanya menjual ponsel dan aksesori, tetapi menjadi rujukan teknisi dan reseller untuk suku cadang yang sulit didapat di Bangli.
Membaca kebutuhan warga, Yudha memperluas layanan menjadi agen BRILink. Warga sekitar yang jauh dari kantor bank kini bisa bertransaksi, mulai dari transfer, pembayaran pakan ternak, hingga angsuran, bahkan hingga malam hari.
Untuk memperkuat modal, Yudha memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebesar Rp500 juta dengan tenor empat tahun.
“Saya mulai dari kecil. Modalnya dari penghasilan servis sendiri, kemudian diputar lagi untuk mengembangkan usaha,” ujar Yudha.
Ia berharap dukungan perbankan bagi UMKM terus berlanjut. “Harapannya ke depan BRI bisa semakin membantu usaha-usaha seperti kami,” katanya.
Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, mengatakan kisah Yuda Sale menunjukkan pentingnya konsistensi dan kemampuan membaca pasar.
“UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, termasuk dalam menciptakan lapangan kerja. Karena itu, BRI berkomitmen memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha yang memiliki potensi untuk berkembang, disertai pendampingan dan pemanfaatan layanan perbankan,” ujar Hery.
Menurutnya, diversifikasi melalui layanan keuangan digital menjadi salah satu strategi UMKM untuk memperluas jangkauan dan memperkuat keberlanjutan bisnis. (ad/maw)

Tinggalkan Balasan