DENPASAR, TIVIBALI.com – Rangkaian Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan, P3MD Angkatan Soedirman Batch I TA 2026, diakhiri dengan Deck Reception “Widya Bhakti Puputan Margarana” di atas KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991, di Pelabuhan Benoa, Kamis (30/7/2026) malam.

Acara puncak ini dihadiri Ibu Wakil Menteri Pertahanan Ny. Donny Ermawan, Danlanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel (Pnb) David Dwi Martin Warginanto, Kasdam IX/Udayana, Danlanal, Kabinda Bali, Wakil Ketua DPRD Bali Komang Nova Sevi Putra dan Anggota DPD RI Arya Wedakarna, serta jajaran kepala BUMN di Bali.

Sebelumnya, pada pagi hari 399 Serdik P3MD melaksanakan ziarah dan tabur bunga di Taman Pahlawan Nasional Puputan Margarana. Kegiatan itu merupakan bagian dari “Widya Bhakti Puputan Margarana” yang bertujuan menanamkan nilai kepahlawanan, nasionalisme, dan kepemimpinan kepada calon pemimpin masa depan.

Pemimpin Hebat Bicara Soal SDM

Komandan Batch P3MD, Marsekal Pertama TNI Dr. Anton Pallaguna, S.E., M.M., M.Han., M.M.O.A.S., CSBA., CHRA., menyebut perjalanan ke Bali adalah mandat langsung Presiden untuk membentuk pemimpin masa depan.

“Menjadi pemimpin tidak cukup hanya punya mesin besar untuk maju. Kita butuh kompas untuk tujuan, kemudi untuk haluan, dan keberanian menghadapi gelombang. Kepemimpinan itu soal basemain yang menentukan arah. Integritas dan pengabdian untuk bangsa adalah tujuan akhirnya,” ujarnya di hadapan 399 Serdik.

Menurut Anton, Presiden menekankan bahwa pemimpin biasa berbicara taktik, pemimpin bagus berbicara logistik, tapi pemimpin hebat berbicara tentang sumber daya manusia. “SDM hebat itu tercipta saat dia bercermin kepada para pendahulunya, para pahlawannya. Dari sekian pahlawan, Presiden secara spesifik menunjuk Puputan Margarana untuk kita hayati nilainya,” kata Anton.

Seleksi Ketat dan Pembekalan Nilai Margarana

Anton menjelaskan, Serdik P3MD diseleksi sangat ketat dari 6.000 karyawan dan calon karyawan BUMN terbaik. Saat ini tersisa 399 orang setelah 1 orang dikembalikan 2 minggu lalu.

Selama 2 bulan sebelum keberangkatan, para Serdik sudah mempelajari perjuangan I Gusti Ngurah Rai dan pejuang Ciung Wanara. Mereka membuat jurnal dan membaca buku tentang Ngurah Rai. Perjalanan ke Bali pun ditempuh 4 hari 3 malam dengan kapal, yang bagi sebagian besar Serdik merupakan pengalaman pertama.

“Di hari pertama ada 36 orang yang mabuk laut. Tapi hebatnya, siangnya sudah kembali beraktivitas dan mengikuti gelar gladi, ini bukti semangat pantang menyerah,” kata Anton.

Dari ziarah ke Margarana, Anton menegaskan ada 3 nilai utama yang ingin ditanamkan Presiden, yaitu tidak mudah menyerah dengan keadaan apa pun, tidak berkompromi dengan penyimpangan, dan tidak meninggalkan tanggung jawab.

“Tiga nilai inilah yang harus diadopsi adik-adik. Indonesia tidak butuh pemimpin BUMN yang hanya mengejar keuntungan. Kita butuh pemimpin yang paham keuntungan itu untuk rakyat, yang paham kesulitan rakyat, dan yang berpikir apa yang bisa disumbangkan untuk negara. Sama seperti Ngurah Rai yang tidak berpikir keuntungan pribadi saat tahu pasukannya tidak mungkin menang,” tegas Anton.

Apresiasi untuk Pendukung

Anton juga menyampaikan terima kasih kepada Ibu Siti Rahayu Donny Ermawan yang mendampingi Serdik sejak perjalanan RPS, meski dalam kondisi cedera di dua tendon. “Beliau berjalan bersama kita. Itu bentuk nyata pantang menyerah,” ucapnya.

Program “Widya Bhakti Puputan Margarana” diharapkan menjadi kawah candradimuka lahirnya pemimpin BUMN yang tidak hanya cakap membaca neraca, tetapi juga memahami dan mengalokasikan sumber daya untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Ketua Tim Pengendali Program Pendidikan Pemimpin Masa Depan / P3MD, Dr. (C) Marsekal Madya TNI (Purn) Kusworo, S.E., M.M., mengatakan para peserta didik atau Serdik P3MD mendapatkan pengalaman istimewa.

Pagi tadi di Margarana, para Serdik mendengar langsung kisah dari narasumber pelaku sejarah. Mereka adalah putra sulung Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dan Ketua Legiun Veteran yang merupakan mantan anak buah beliau.

“Keduanya memberikan motivasi serta pembelajaran berharga kepada para peserta didik,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Wakil Kepala BUMN Tedi Bharata, S.Kom., M.P.A., menegaskan bahwa BUMN menjadi perhatian khusus Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, BUMN dituntut untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“BUMN harus lebih efisien, produktif, membukukan profit yang lebih baik, dan benar-benar memberi manfaat kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemimpin di tubuh BUMN. “Peran pemimpin BUMN sangat penting dalam menavigasi kinerja BUMN ke depan. Dari gagasan Bapak Presiden lahirlah program P3MD untuk mencetak pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berani dan berkarakter,” tandasnya. (MAW)