DENPASAR, TIVIBALI.com – Upaya memperkuat green tourism di Bali terus dipercepat melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik. PLN bersama Krisna Nusantara Group dan PT Energi Anugerah Divina (EAD) menghadirkan tujuh Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di enam lokasi strategis.
Peresmian SPKLU Signature Krisna Nusantara Group berlangsung di Nexx Showroom & Café, Denpasar, Selasa (6/10/2026). Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari kolaborasi PLN, pelaku usaha, dan investor dalam memperluas infrastruktur kendaraan listrik sekaligus mendukung mobilitas ramah lingkungan di Bali.
Enam lokasi SPKLU tersebut berada di Krisna Bypass, Krisna Tuban, Krisna Wisata Kuliner (KWK) Tuban, Krisna Sunset, Krisna Nusa Kambangan, serta Nexx Showroom. Secara keseluruhan terdapat tujuh mesin SPKLU dengan kapasitas 180 kilowatt (kW) dan 120 kW yang mampu melayani pengisian hingga 14 kendaraan secara bersamaan.
Salah satu fasilitas yang diresmikan di Nexx Showroom & Café menggunakan Ultra Fast Charging berkapasitas 180 kW, memberikan pilihan pengisian daya berkecepatan tinggi bagi pengguna kendaraan listrik.
General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, mengatakan penambahan infrastruktur SPKLU melalui kolaborasi dengan swasta menjadi kunci dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Bali.
“PLN memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, publik, dan para investor untuk terus mendukung program mobil listrik, khususnya untuk investasi di SPKLU,” kata Ajrun.
Menurutnya, PLN terus mendorong keterlibatan swasta di lokasi-lokasi potensial, sementara PLN tetap hadir di wilayah yang belum diminati investor untuk memastikan pemerataan infrastruktur.
Ajrun menilai langkah Krisna Nusantara Group sangat strategis karena SPKLU ditempatkan di jantung aktivitas masyarakat dan pariwisata.
“Ini menjadi langkah yang realistis dan strategis karena terletak di jantung kota dan banyak tempat,” ujarnya.
Tidak hanya memperluas akses, SPKLU Signature Krisna juga menawarkan konsep integrasi antara kebutuhan pengisian daya dengan aktivitas wisata dan gaya hidup. Saat kendaraan mengisi daya, pengguna dapat berbelanja produk UMKM lokal, menikmati kuliner, hingga beristirahat di outlet Krisna.
General Manager Krisna Nusantara Group, Ida Ayu Komang Firna Erawati, mengatakan konsep tersebut memadukan teknologi ramah lingkungan dengan hospitality dan pariwisata khas Bali.
“Di SPKLU Signature, waktu tunggu ini kami ubah menjadi waktu santai yang berkualitas. Sambil menunggu kendaraannya diisi daya, para tamu dan wisatawan bisa menikmati fasilitas premium kami, berbelanja produk UMKM lokal, menikmati kuliner, atau sekadar ngopi dan beristirahat,” ujarnya.
Ia berharap kehadiran SPKLU Signature tidak hanya menjadi fasilitas pendukung, tetapi juga magnet baru bagi pariwisata hijau di Bali dan Indonesia.
Founder PT Energi Anugerah Divina, Cyrillus Harinowo, menyebut pembangunan infrastruktur kendaraan listrik membutuhkan kolaborasi antara PLN, pengelola lokasi, dan investor. Jaringan SPKLU di enam lokasi Krisna dengan tujuh mesin dan 14 konektor menjadi bagian dari infrastruktur yang mudah diakses masyarakat.
“Ini adalah simbol dari kolaborasi, simbol dari kepercayaan, simbol dari komitmen bersama untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, pengembangan kendaraan listrik dan SPKLU sejalan dengan upaya mendorong transportasi berkelanjutan serta pengembangan kawasan rendah emisi di Denpasar.
Kehadiran tujuh SPKLU di enam lokasi Krisna diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan pengguna kendaraan listrik dalam melakukan perjalanan di Bali, sekaligus memperkuat sinergi PLN, dunia usaha, dan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang mendukung mobilitas dan pariwisata berkelanjutan. (ad/maw)

Tinggalkan Balasan