SUMEDANG, TIVIBALI.con – Robek Ubi Cilembu Sumedang yang telah dipanggang, cairan cokelat keemasan langsung mengintip dari dagingnya. Banyak yang sering salah sangka mereka mengira itu madu, padahal bukan.

Petani Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu ASAGUCI, Sobandi, mencoba membelah ubi panggang menggunakan tangan untuk meluruskan mitos itu, di Desa Cilembu.

“Cairan yang mengintip ini bukanlah madu,” kata Sobandi sambil menunjuk lelehan manisnya.

Rahasianya tenyata ada di proses melayukan ubi selama 7 hari. Dirinya menjelaskan, cairan manis itu terbentuk dari perubahan pati jadi gula alami di dalam umbi. Prosesnya tidak bisa buru-buru. Petani harus melayukan ubi 3-7 hari setelah panen.

“Kalau ubi baru dipanen langsung dioven, hasilnya tidak akan manis. Umbinya harus dilayukan dulu supaya kandungan patinya berubah menjadi gula, dari situlah muncul cairan manis yang sering disebut madu ini,” terang Sobandi.

Jangan Tertipu Cairan Banyak
Sambil mengajak orang berkeliling oven, Sobandi membantah anggapan bahwa makin banyak cairan berarti makin bagus.

Ia membandingkan dua varietas unggulan Cilembu; Varietas Rancing: Menghasilkan cairan manis lebih banyak saat dipanggang, sementara Varietas Nirkum: Cairannya lebih sedikit, tapi rasanya lebih legit dan daya simpannya lebih lama.

“Jadi jangan langsung menganggap ubi yang madunya sedikit itu palsu, memang setiap varietas memiliki karakter berbeda,” tegas Sobandi.

Selain varietas, kualitas Ubi Cilembu juga ditentukan cara budidaya. Sobandi mengaku petani menekan penggunaan pestisida karena dapat berpotensi merusak tekstur kulit dan rasa ubi setelah dipanggang.

DJKI Kawal Mutu Ubi Cilembu
Keunikan itu membuat Ubi Cilembu Sumedang mengantongi perlindungan Indikasi Geografis IG. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual DJKI pun rutin memantau dan mengawasi agar karakteristik dasar IG tetap terjaga.

Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar menegaskan, penerbitan sertifikat IG bukan akhir. DJKI wajib mengawal mutu.

“Melalui kegiatan pemantauan dan pengawasan ini, Kami ingin memastikan seluruh karakteristik yang menjadi dasar perlindungan tetap terjaga sehingga kepercayaan masyarakat terhadap Ubi Cilembu Sumedang terus meningkat,” ujarnya. (mtb)