BADUNG, TIVIBALI.com- Gubernur Bali Wayan Koster membuka The SPE/IADC Asia Pacific Drilling Technology Conference and Exhibition (APDT) 2026 di Hotel Westin, Nusa Dua, Rabu (5/6/2026). Forum internasional ini diikuti sekitar 800 peserta dari 39 negara, dan menjadi ajang pertukaran teknologi pengeboran terbesar di Asia Pasifik.

Dalam sambutannya, Koster menegaskan Bali memilih jalan pembangunan yang tidak bertumpu pada satu sektor semata. Pulau ini menjaga keseimbangan antara pariwisata, budaya, kelestarian lingkungan, dan ketahanan energi.

“Selamat datang di Bali, pulau yang indah, masyarakatnya ramah, serta memiliki budaya unik yang tidak dimiliki daerah lain di dunia. Kekuatan kami adalah menjaga tradisi dan kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan,” ujarnya.

Bagi Bali, pariwisata adalah denyut nadi ekonomi. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan mancanegara melalui jalur udara ke Bali menembus 7 juta orang. Dari total 15 juta lebih wisman ke Indonesia, 49 persen memilih Bali. Belanja mereka menghasilkan devisa sekitar Rp176 triliun, atau 55 persen dari devisa pariwisata nasional. Sektor ini menopang 66 persen perekonomian Bali.

Karena ketergantungan itulah, kata Koster, Bali harus dijaga. Alam harus lestari, manusia harus berkualitas, budaya harus hidup. Untuk itu Pemprov menjalankan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun Semesta Berencana, yang berpijak pada nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Implementasinya nyata. Pengelolaan sampah mulai dari rumah tangga, pembatasan plastik sekali pakai, pertanian organik, hingga penghentian pembangkit listrik berbasis fosil. Bali juga mendorong kendaraan bermotor berbasis baterai sebagai bagian transisi energi bersih.

Meski begitu, Koster mengingatkan energi tetap kebutuhan dasar, sejajar dengan pangan dan air. Dengan penduduk Indonesia lebih dari 280 juta jiwa, ketahanan energi tidak bisa ditawar.

“Saya berharap konferensi ini melahirkan inovasi dan teknologi yang menjawab kebutuhan energi dunia secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan lingkungan untuk generasi mendatang,” tegasnya.

Secretary-in-Charge ASCOPE Henricus Herwin menyebut APDT sebagai ruang strategis memperkuat kolaborasi ASEAN menghadapi transisi energi. President Dynamic Drilling Manav Kumar Agarwal menyoroti tantangan industri, mulai efisiensi operasional, keselamatan, hingga penurunan emisi.

Deputy CEO PT Pertamina Hulu Energi Virano G. Nasution menambahkan, transformasi energi hanya bisa terjadi melalui inovasi teknologi, penguatan SDM, dan kerja sama lintas negara.

Dengan tuan rumah di Bali, APDT 2026 tidak hanya berbicara teknologi pengeboran, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah destinasi wisata bisa tetap tumbuh, sambil menjaga budaya dan menatap masa depan energi yang lebih bersih. (mtb)