BADUNG, TIVIBALI.com- Komitmen menjaga Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bersih dan asri kembali ditunjukkan Tokoh Masyarakat Legian, I Wayan Puspa Negara, bersama ratusan pelaku usaha pariwisata. Putra asli Legian yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung, hari ini kembali memimpin gerakan Green Clean Up di Pantai Legian, Kuta, Badung, Jumat (2/10/2026) pagi.

Gerakan yang telah berjalan lebih dari enam tahun secara konsisten setiap Jumat pagi ini menjadi bukti keseriusan Puspa Negara dalam mengawal kebersihan Pantai Bali secara berkelanjutan.

“Hari ini adalah gerakan green clean up yang kita lakukan setiap Jumat pagi, yang kita laksanakan sudah lebih dari enam tahun secara rutin, stabil, periodik dan berkelanjutan,” ujar Puspa Negara di sela aksi.

Menurutnya, tujuan utama gerakan ini bukan hanya membersihkan pantai dari sampah, melainkan membangun habit atau budaya bersih bagi semua pihak.

“Kegiatan yang tujuannya adalah sebagai upaya kita untuk menciptakan habit atau kebiasaan dari pelaku usaha, masyarakat, wisatawan untuk senantiasa sadar bahwa kebersihan adalah bagian yang utama dari sebuah destinasi,” katanya.

Bagi Puspa Negara, aksi mingguan tersebut memiliki nilai strategis sebagai ruang temu, di pantai pelaku usaha bisa melihat langsung situasi lapangan dan merumuskan model kepedulian yang lebih konkret dan kolaboratif.

“Jadi kegiatan ini, selain menciptakan habit juga mereka bisa berkumpul di pantai untuk bisa melihat situasi sekitar dan bagaimana model kepedulian yang bisa mereka wujudkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, arah dari kegiatan ini adalah menjaga Pantai Legian agar tetap bersih, sehat, dan asri sebagai destinasi wisata Dunia. Di sisi lain, gerakan ini menjadi wahana nyata bagi pelaku usaha untuk menyalurkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam bentuk aksi non-fisik yang berdampak langsung.

Puspa Negara juga mengingatkan adanya tantangan besar di depan mata. Pada musim angin barat bulan Desember, Januari, dan Februari, volume sampah kiriman dari laut di Pantai Legian diprediksi melonjak drastis hingga ratusan ton per hari.

“Ini juga kita lakukan dalam upaya untuk menyiapkan nanti di bulan musim angin Barat, karena di musim angin Barat sekitar bulan Desember, Januari, Februari itu sampah akan banyak sekali datang ke pantai, rata-rata 100-200 ton, jadi kita sudah mulai melakukan persiapan dari hari ini, sehingga nantinya bisa dilakukan pembersihan dengan baik,” tegasnya.

Bagi tokoh yang dikenal konsisten menggerakkan partisipasi warga tersebut, konsistensi adalah kunci utama. Tanpa stabil, periodik, dan berkelanjutan, gerakan apa pun akan sia-sia.

“Harapannya kegiatan ini tetap menjadi stimulan atau menjadi gerakan yang terus berkembang karena kegiatan itu kalau tidak konsisten ya sama dengan sia-sia. Jadi yang terpenting adalah kita lakukan secara konsisten, stabil, periodik dan berkelanjutan,” katanya.

Konsistensi itu penting, agar keberlanjutan destinasi terjaga dan bahkan didorong ke arah pariwisata regeneratif yang tidak hanya menjaga, tetapi juga memperbaiki ekosistem pantai.

“Sehingga destinasi ini bisa kita jaga secara berkelanjutan. Bila perlu kita lakukan regeneratif, perbaikan ekosistem, yang tentunya dapat berdampak bagi masyarakat secara berkelanjutan dan menjadikan destinasi wisata Pantai Legian ini menjadi tempat yang lebih baik,” ujarnya.

Gerakan yang dipimpinnya di Legian ini juga selaras dengan Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto pada Februari 2026.

Dari sisi partisipasi, peran Puspa Negara sebagai penggerak terbukti berhasil. Antusiasme pelaku usaha pariwisata sangat tinggi. Tanpa perlu diinformasikan, mereka telah memiliki jadwal mandiri. Dalam satu bulan, kawasan Legian dibagi menjadi empat blok yang bergiliran.

“Yang hadir dalam aksi bersih-bersih pantai adalah dari pelaku usaha yang memang tanpa kita informasikan mereka sudah punya jadwal, jadi setiap Jumat pagi, karena dalam satu bulan itu ada 4 minggu itu kita bagi 4 blok, jadi yang hari ini hadir blok Padma ke arah utara, kemudian nantinya yang hadir adalah blok The Stone ke arah selatan, kemudian blok Dewi Sri, dan yang terakhir blok pelaku usaha retail, rata-rata kehadirannya 500 orang,” jelasnya.

Atas komitmen tersebut, Puspa memberikan apresiasi tinggi.

“Ini menunjukkan selain antusias, kita apresiasi karena memiliki tanggung jawab sosial yang baik terhadap lingkungan, kesadaran budaya bersih dan kemampuan memilah sampah sudah bagus, menjadi multi efek dari kegiatan ini, karena itu kesadaran ini kita dorong secara terus-menerus agar tercipta habit, yang akan menjadi budaya dan gaya hidup masyarakat Bali,” pungkasnya. (MAW)